02 November, 2008

Ayah dan Anak Suspect Flu Burung Di Lampung

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung:Tiga pasien suspect flu burung dirawat di Rumah Sakit Umum Abdoel Moelek Bandar Lampung. Pasien langsung di observasi di ruang isolasi. ”Ketiganya mengalami demam tinggi, sesak nafas dan batuk-batuk,” kata Padilangga, Ketua Tim Penaggulangan Flu Burung Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek.

Pasien adalah ayah dan anak yang berasal dari desa Watu Agung, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Ketiganya bernama Sutarjo, 45 tahun dan Fendi, berusia 11 bulan serta Joko, 9 tahun.

Korban diduga terkena virus H5N-1 karena memiliki riwayat kontak dengan unggas yang terinfeksi virus flu burung. ”Hasil penelitian Dinas Kesehatan Lampung Tengah menyatakan unggas milik mereka terkena
virus flu burung,” katanya.

Menurut Padilanga, dua pasien yaitu Joko dan Fendi mendapat perhatian serius karena temperatur tubuhnya sangat tinggi hingga 38 derajat celcius. Kedua bocah itu juga mengalami gejala radang paru dan batuk-batuk. “Semua pasien telah diberi Tamiflu,” kata dokter ahli penyakit paru-paru ini.

Nurochman Arrazie
Sumber- Tempo

29 Agustus, 2008

Gertak Flu Burung di Lampung Meriah


GAMBARAN KEGIATAN

Jalan Sehat

Jalan sehat yang tadinya rencananya diikuti oleh 500 orang menjadi 2500 orang peserta yang terdiri dari anak-anak TK, SLTP/MTs/SLTA/MA dan masyarakat umum, hal tersebut melihat antusiame masyarakat dalam Gerakan Serempak Tanggap Flu Burung yang dilaksanakan di 9 Provinsi khususnya di Lampung.


Gerakan Cuci Tangan

Gerakan cuci tangan dilaksanakan secara simbolis oleh Gubernur Lampung diwakili Asisten III, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan, Anggota DPRD,
Kabupaten Lampung Selatan dan beberapa Tokoh masyarakat, anak-anak serta disaksikan oleh khalayak ramai dan mas media

Gerakan Disinfektan

Gerakan Disenfektan dilakukan oleh 10 Relawan Desa dibantu oleh pihak KCD Peternakan Kecamatan Natar didampingi Dinas Peternakan Lampung Selatan, Asisten III dan Anggota DPRD Lampung Selatan.

Lomba Memasak

Lomba memasak Unggas/Ayam dan telur diikuti oleh 20 kelompok peserta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan sebagai peserta lomba yang berasal dari utusan PKK se-Kecamatan Natar dan komunitas Pengajian dan masyarakat umum, hadir sebagai juri dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan dua internal Muhammadiyah Wilayah.

Lomba Mewarnai dan Megambar

Lomba menggambar dan mewarnai diikuti oleh 200 peserta dari berbagai utusan sekolah tingkat TK dan PAUD serta, dan SD

Demikian, kami sampaikan kepada pihak- pihak yang berkepentingan, untuk diketahui dan maklum adanya.


Koordinator Gertak Flu Burung Lampung Master Trainers


Ahsanal Huda, S.P Muhammad Zaelani, S.IP

26 Agustus, 2008

TPFB MUHAMMADIYAH GELAR GERTAK TANGGAP FLU BURUNG


Pemerintah Indonesia menyatakankan bahwa Indonesia telah positif terinfeksi virus flu burung, virus ini dapat menyerang unggas dan manusia (th 2005). Apabila penularan antar manusia terjadi, maka Keadaan ini dinamakan pandemic influenza. Sampai dengan tahun 2008, Indonesia merupakan negara dengan jumlah korban terbesar di dunia, dengan 132 orang terinfeksi virus flu burung dan 107 di antaranya meninggal.
Muhammadiyah sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia membentuk Tim Penanggulangan Flu Burung Muhammadiyah (TPFB Muhammadiyah) untuk melakukan kampanye penyadaran dan menginformasikan bahaya virus Flu Burung secara berkelanjutan.
Dua tahun TPFB Muhammadiyah telah berhasil membentuk 7000 jaringan relawan yang tersebar di 9 propinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat , Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
Khusus di Lampung, Muhammadiyah memiliki 712 relawan desa yang tersebar di : Lampung Selatan 302 Relawan Desa, Pesawaran 140 Relawan Desa dan Lampung Timur 270 Relawan Desa, guna memberikan penyadaran yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Melalui momentum Hut RI Ke- 63, pada hari Minggu, (24 Agustus 2008) kemarin, TPFB Muhammadiyah beserta jaringannya melakukan Gerakan Serempak Tanggap Flu Burung Di 9 Propinsi dengan tema Gerakan Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, bebas Flu Burung.
Kegiatan yang cukup meriah, dihadiri sekitar 3ribuan orang ini melibatkan seluruh jaringan Muhammadiyah dan warga Tangkit Batu, Natar, Lampung Selatan.
Berbagai macam perlombaan (Jalan Sehat, Lomba Mewarnai, dan Lomba Memasak) digelar dengan memperebutkan puluhan hadiah menarik, di antaranya uang tunai, Sepeda, Televisi, telepon genggam (HP), Open, Rice Kuker, dan lain- lain.
Hadir dalam acara itu, Husodo Hadi, Asisten 3, yang mewakili Gubernur, utusan dari PP Muhammadiyah, Kepala Dinas Peternakan, beberapa anggota DPRD Kabupaten Lamsel, USPIDA, USPIKA kecamatan Natar, dan beberapa aktivis penggiat Penanggulangan Flu Burung lintas sektoral.
Tujuan dilakukannya gerakan serempak tanggap Flu Burung ini menurut Ahsanal Huda, ketua panitia yang juga Master Trainer TPFB Muhammadiyah adalah untuk, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Selain itu, kami selenggarakan kegiatan ini untuk menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang Flu Burung serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran dan penularan virus Flu Burung. Terang Ahsanal Huda dalam sambutanya.
Sementara itu, Husodo Hadi yang menjelaskan bahwa Lampung termasuk daerah yang pernah dianggap zona merah, tetapi sekarang dinilai bebas dari Flu Burung sebagaimana SK Menkes. Selain itu, Lampung termasuk daerah unik dan cukup baik dalam pelayanan kesehatan (tanggap Flu Burung) sebab, dari 13 kasus, 3 orang yang positif terserang virus H5N1 itu, bisa disembuhkan karena diobati sebelum kurang dari 2 kali 24 jam.
Acara ini sendiri berlangsung meriah dan mengundang antusiasme yang cukup besar darii masyarakat Natar. Selain ada hiburan tari Bedana yang dibawakan anak- anak MTs Muhammadiyah Tangkit Batu, Marching Band, dan pentas tari dari pelajar SMA Muhammadiyah, Natar.

24 Juli, 2008

Posko Flu Burung Mulai Bertebaran di Lampung Selatan


MT-TPFB M Lampung, Berita mengemberikan datangnya dri para Relawan Desa atau RD Tim Penanggulangan Flu Burung Muhammadiyah yang Berbasis Partisipasi Masyarakat dan kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza, kerjasama PP Muhammadiyah, USAID dan CBAIC.

Pasalnya saat ini sudah mulai bermunculan Posko-Posko Penanggulangan Flu Burung yang dibentuk oleh Masyarakat yang diprakarsai oleh Relawan Desa. Di kecamatan Sragi misalnya terdapat 7 Posko Siaga Flu Burung.

Sementara di Kecamatan Palas, berdasarkan laporan dari RD baru terdapat satu Posko yang sudah diresmikan oleh kepala Desanya.

Demikian perkembangan Relawan Desa kita terkait Penanggulangan Flu Burung di masyarakat, semoga yang lainyya menyusul (Insya Allah). Mz.doc

30 April, 2008

PERDES FLU BURUNG

Nampaknya sudah mendekati waktunya, untuk para Master Trainer, Tim Penanggulangan Flu Burung dimana saja kita berada. Untuk mengefektifkan Gerakan Penanggulangan Flu Burung berbasis partisipasi masyarakat, kiranya dapat memperhatikan berbagai faktor agar kampanye yang kita geluti selama ini berhasil dan jika memungkinkan arahkan pada pembuatan Peraturan Desa yang mengtaur tentang pemeliharaan unggas dipedesaan alias sektor 4 ini dalam setiap sosialisasi RD (VAIC). Saya yakin dengan tiga (3) tersebut 900 % akan berhasil :

Pertama : Masyarakat diberikan sosialisasi terkait semua informasi yang berkaitan dengan Flu Burung, jika perlu ajak nonton Film The Killer (bagaimana Virus dapat menyebar).

Kedua : POSKO SIAGA FLU BURUNG, ini penting, karena masyarakat terkadang takut atau juga dengan ketida tauannya kemana harus melapor dan apa tindakan selanjutnya, jika Tim PDS/R yang jumlahnya tidak memenuhi kuoto apalagi derahnya luas dan geografinya berbukit, atau pegunungan.

Ketiga : Setelah dilakukan Sosialisasi, maka ajak masyarakat membuat peraturan yang bersifat mengikat bagi semua warga/ masyarakat dalam hal ini adalah tentang pemeliharaan unggas .

selamat mencoba, ehya kalo ada yang punya draf tentang perdes bisa bantui kami, sekarang lagi dalam proses penyempurnaan. Selamat mencoba




20 April, 2008

Bandar Lampung-Penyakit Menular: Warga Tanjung Seneng Diduga Flu Burung

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung menerima satu lagi pasien diduga (suspect) terjangkit flu burung/avian influenza, Sabtu (19-4). Kali ini korbannya adalah Ernawati (27), warga Turi Raya, Tanjung Seneng, RT 17/01 Bandar Lampung.

Menurut suami penderita, Ridwan (30), istrinya diduga kontak dengan ayam peliharaan di kandang rumahnya. Malamnya, suhu badannya panas tinggi, batuk-batuk, dan disertai sesak napas.

Karena gejala yang ditimbulkan mirip dengan virus AI, keesokan harinya, Jumat (18-4), dirujuk ke Puskesmas Way Kandis dengan tensi darah 100/60 dan diikuti ayam peliharaannya yang mati mendadak.

Masih menurut Ridwan, ia memelihara ayam dengan kandang tersendiri yang jaraknya tak jauh dari kediamannya. "Ayam kami sebanyak 10 ekor mati mendadak," ucapnya.

Setelah ayam itu mati, Kamis (17-4), akhirnya Dinas Peternakan langsung ke lapangan dan mengambil sampel dari beberapa ekor ayam. Dari hasil pemeriksaan, ayam positif terjangkiti flu burung.

Saat ditemui di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUAM, Sabtu (19-4), dr. Edy mengatakan pihaknya belum bisa memberikan pernyataan apa pun mengenai pasien. "Flu burung ini menyangkut berita nasional, jadi bukan wewenang kami untuk menjawabnya," kata dokter jaga RSUAM. Sedangkan Rahmat, perawat UGD RSUAM ini mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan tindakan. "Diagnostik pasien tidak bisa dipastikan saat ini. Sampel darahnya akan dikirim ke Jakarta," jelas dia. n */R-1

Lamsel - Kasus Flu Burung:TPFBM Provinsi Beri Pelatihan Relawan

KETAPANG (Lampost): Dalam rangka menekan bahaya wabah flu burung, Tim Penanggulangan Flu Burung Muhammadiyah (TPFBM) Provinsi Lampung menggelar pelatihan terhadap relawan flu burung di Kecamatan Ketapang, Lamsel, Kamis (17-4).

Master trainer TPFBM Provinsi Lampung Ahsanah Huda mengatakan wabah flu burung sudah sepatutnya menjadi perhatian publik untuk tanggap. Pelatihan relawan flu burung, kata dia, akan dilakukan di seluruh kabupaten. "Kini tinggal Kabupaten Lamtim yang belum," kata Huda di aula Kecamatan Ketapang, Kamis (17-4).

Dia menambahkan hingga kini, setidaknya terdapat 132 kasus flu burung di seluruh Indonesia, 107 di antaranya korban meninggal dunia. Sebab itu, kasus flu burung yang sudah menyebar ke-12 provinsi (47 kabupaten), termasuk Provinsi Lampung perlu mendapat penanganan yang serius.

Dalam kaitan itu pihaknya membentuk Posko Tanggap Flu Burung dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan di masing-masing daerah.

Menurut dia, mewabahnya kasus flu burung disebabkan kultur peternak tradisional maupun modern yang tidak sadar akan kebersihan.

"Melalui pelatihan relawan flu burung ini, mari kita bangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan kandang dan kebersihan anggota tubuh setelah kontak dengan unggas," ujar aktivis Muhammadiyah itu.

Dengan pengendalian flu burung berbasis masyarakat ini, Huda mengharapkan pengetahuan masyarakat tentang istilah istilah flu burung pada manusia dapat dipahami, seperti istilah kasus suspect, kasus probable, confirm, dan kasus dalam investigasi. "Para relawan akan dibekali pengetahuan sehingga masyarakat mengetahui arti dari istilah dimaksud," ujar dia.

n AL/D-2

------------------------------------

Diterangkannya, kasus suspect yaitu seseorang yang menderita infeksi saluran pernafasan akut dengan gejala demam/panas diatas 38 derajat C. Kasus, probable yaitu pemeriksaan laboraturium terbatas mengarah kepada viurs flu burung tipa A (H5N1) dan dalam waktu singkat berlanjut menjadi gagal pernafasan yang mengakibatkan kematian. "Gejala klinis, yakni demam tinggi, nyeri tenggorokan, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri otot dan sesak nafas. Jika orang dan anggota masyarakat yang unggasnya mati positif H5N1, maka orang tersebut harus diawasi dalam waktu 14 hari," papar Huda.

Sementara, koordinator tanggap Flu Burung Kecamatan Ketapang, Ahmad Muslim mengatakan untuk mengantispasi mewabahnya flu burung hingga ke pelosok desa, pihaknya merekrut satu orang untuk menjadi tenaga relawan flu burung dimasing masing desa, "kedepan, satu peserta relawan flu burung tingat desa tersebut membentuk tim dan membangun posko tanggap flu burung di masing masing desa," katanya. n AL

/D-2


Sumber Lampung Post edisi 18 April 2008